Alto punya bobot 730 kg, sementara S-Presso 726 kg. Panjang S-Presso 3.565 mm dan lebarnya 1.520 mm, itu berarti lebih panjang 120 mm dan lebih lebar 5 mm dari Alto.

S-Presso merupakan versi produksi dari mobil konsep Future S yang pernah dipamerkan di pameran otomotif di India, Auto Expo 2018. Mengutip Rushlane, mobil ini bisa dibuat lebih ringan karena penggunaan platform Heartect.

Dipandang dari luar, mobil ini tampak seperti SUV berukuran sangat mungil. Kabinnya hanya muat empat penumpang.

Kata Suzuki ada 10 fitur keselamatan di mobil ini. Varian teratas mendapat airbag ganda, sedangkan varian lainnya hanya mendapatkan airbag untuk pengemudi. Anti-lock Braking System (ABS) merupakan fitur standar pada semua varian.

Di kabin seluruh pelapisnya menggunakan bahan dengan pola jahitan merah. Ada tombol kontrol pada roda kemudi, kemudian ada soket cas ponsel 12 volt, dan tersedia kompartemen untuk meletakan botol minuman.

Suzuki SmartPlay Studio yang dapat terintegrasi Apple CarPlay dan Android Auto dengan MirrorLink tersedia untuk pendukung hiburan kabin.

Mobil ini dibekali mesin bensin 3-silinder 988 cc yang menawarkan tenaga 67 hp pada 5.500 rpm dan torsi 90 Nm pada 3.500 rpm. Ada pilihan transmisi manual 5-percepatan dan Automated Manual Transmission yang dinamakan AGS (Auto Gear Shift) oleh Suzuki.

Menurut Suzuki, satu liter bahan bakar bisa digunakan buat mencapai 21,7 km. Mesin itu juga sudah menyesuaikan regulasi emisi bahan bakar di India, BS VI, yang setara Euro 6.

Indianautosblog menyebut mobil ini tersedia dalam enam varian yang dijual mulai dari 369 ribu rupe atau sekitar Rp73,7 juta. Banderol itu terbilang rendah untuk sebuah mobil, bahkan bila dijual di Indonesia banderolnya masih lebih murah ketimbang skutik impor Honda Forza yang dilego Rp81,9 juta.

Suzuki menargetkan mobilnya dapat dibidik pekerja muda, pembeli pertama, maupun mahasiswa. Perusahaan juga berharap mobil ini dapat membuat penjualan semakin bergairah, terlebih untuk menyaingi rivalnya yaitu Renault Kwid dan Datsun Red-Go