TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Gowa mendapatkan bantuan alat industri pertanian (Alsintan) sebanyak 10 unit Combine Harvester jenis Yanmar AW 70 V seharga Rp 400 juta (alat pemanen kombinasi).

Namun kata Kadis Pertanian Gowa, Zulkarnaen, Alsintan tersebut belum sampai di kantornya sebab masih dalam proses pengiriman.

"Pendumnya sudah ditangan. Pendum ini kata dia menjadi dasarnya untuk menangani Alsintan yang akan segera diserahkan penggunaannya kepada kelompok tani," katanya Senin (17/4/2017).

Alat tersebut berfungsi untuk memanen padi yang dapat memotong bulir tanaman yang berdiri, merontokkan dan membersihkan gabah sambil berjalan di lapangan. Sehingga memudahkan pekerjaan para petani.

Terkait keberadaan bantuan mesin pertanian itu pihaknya pun mencarikan upaya terkait pengawasan penggunaannya oleh para petani.

Karena itu, tambah Zulkarnaen pihaknya akan membentuk Brigade Alsintan alias brigade yang mengurusi dan mengawasi penggunaan alsintan tersebut di lapangan.

"Pembentukan Brigade Alsintan yang dinaungi Dinas Pertanian Gowa ini dimaksudkan untuk mengawasi penggunaan alat tersebut. Meski kita bentuk brigade namun kita juga berharap adanya pengawasan bersama dari pihak-pihak lainnya seperti Kejaksaan, LSM dan media bahkan juga masyarakat secara umum soalnya alsintan ini adalah bantuan pemerintah yang harus dipergunakan sesuai peruntukannya dan hanya untuk digunakan petani padi," jelasnya.

Lanjut Zulkarnaen, mesin  combine ini adalah milik pertanian dan hanya bisa digunakan untuk kepentingan pertanian khususnya tanaman padi.

"Alat ini diberikan untuk dipergunakan untuk tanaman padi dan tidak boleh dimiliki untuk kepentingan pribadi atau orang per orang. Makanya kita bentuk brigade untuk pengawasan dan pengaturan penggunaannya. Dengan adanya alat ini, saya harap petani tidak lagi menyewa mesin combine dari daerah lain apalagi harga sewanya mahal karena di Gowa juga sudah ada," tambahnya.

Sementara itu bantuan 10 unit Combine Harvester juga dipertanyakan oleh Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Sulsel.

Pasalnya Sekretaris LMPI Sulsel Djaya Jumain mendapatkan laporan jika 10 mesin tersebut sudah ada dan disimpan disalah satu rumah warga di Jl. Dato Pagentungan Kecamatan Somba Opu.

"Ada laporan warga masuk, disimpan di sebuah rumah berpagar seng bertingkat dua itu rumahnya. Dan mesin Combine nya itu ada didalam. Kenapa mesin bantuan dari kementerian disimpan di rumah warga. Padahal kan ada gudangnya di Kecamatan Palangga," katanya.

Djaya pun menambahkan seharusnya bantuan yang ada di Kabupaten Gowa dari pusat harus jelas sehingga tidak mengundang kecurigaan masyarakat.

"Saya juga sudah serahkan laporan temuan itu ke Kejaksaan Gowa dan Polres Gowa. Kami berharap laporan tersebut dapat di tindaklanjuti sebagai bukti pencegahan dan pemberantasan kasus korupsi di Sulsel berjalan secara maksimal," ujarnya.